Kajian Teori, Mata Pelajaran SD SMP SMP SMA SMK MTS dan Mata Kuliah Mahasiswa

Minggu, 30 Oktober 2016

Pengertian Perairan Laut Kedalaman Fisik dan Jenis Menurut Proses Terjadi Letak dan Batas Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Pengertian Perairan Laut adalah - Ilmu yang mempelajari laut atau lautan disebut Oseanografi. Objek yang dipelajarinya adalah mengenai keadaan fisik air laut tersebut, arus, gelombang, kedalaman, serta pasang naik dan pasang surut. Samudra adalah bentangan air asin yang menutupi cekungan yang sangat luas, sedangkan laut adalah merupakan bagian dari samudra. Permukaan bumi yang ditutupi air samudra meliputi sekitar 70%.  Penyebarannya tidak merata di antara belahan bumi utara dan selatan. Belahan bumi utara 60% terdiri atas air permukaan dan 40% daratan, sedangkan belahan bumi selatan 83% terdiri atas air permukaan dan 17% terdiri atas daratan. Di Indonesia perbandingan antara lautan dan daratan adalah 6:4, jadi lebih luas lautan dibandingkan daratan. Jenis-jenis laut, antara lain sebagai berikut.

a. Jenis Laut Menurut Proses Terjadinya

1) Laut Regresi, yaitu laut yang menyempit pada waktu zaman es, terjadi penurunan permukaan air laut. Dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul pada zaman glasial merupakan daratan. Dangkalan Sunda merupakan bagian dari Benua Asia, sedangkan dangkalan  Sahul merupakan bagian dari Benua Australia. Pada waktu air surut ada bagian dari laut yang masih merupakan laut karena dalamnya, laut inilah yang dinamakan laut regresi. Contohnya Laut Banda dan Selat Makassar.

Pengertian Perairan Laut
Gambar Profil
Jacques Cousteau ahli kelautan (oceanographer) berkebangsaan Prancis. Beliau mendedikasikan hidupnya dalam bidang pemanfaatan dan pengelolaan kehidupan dunia laut.
2) Laut Transgresi adalah laut yang terjadi karena genangan air laut terhadap daratan akibat kenaikan tinggi permukaan air laut yangmencapai kurang lebih 70 m pada zaman es. Inilah yang menyebabkan dataran rendah di Indonesia Timur atau Barat tergenang air laut dan sekarang menjadi laut dangkal. Contoh: Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Cina Selatan, dan Laut Arafuru.

3) Laut Ingresi adalah laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerak menurun, dapat berupa palung laut atau lubuk laut. Contoh: Laut Banda, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Laut Maluku

b. Jenis Laut Menurut Letaknya

  • Laut Tepi (sub/ocean), adalah laut yang letaknya di tepi benua dan terpisah dengan lautan oleh adanya deretan pulau. Contohnya, Laut Jepang dan Laut Cina Selatan.
  • Laut Pertengahan (middle sea) adalah laut yang terletak di antara benua, contohnya Laut Tengah.
  • Laut Pedalaman (inland sea) adalah laut yang terletak di tengah-tengah benua (daratan). Contohnya, Laut Hitam dan Laut Kaspia.

2. Kedalaman Laut

Dasar laut ternyata tidak rata kedalamannya. Pada umumnya, lautlaut di pinggir benua lebih dangkal daripada di tengah lautan. Tingkattingkat kedalaman dasar laut adalah sebagai berikut.

  • Zona Litoral (pesisir), yaitu daerah pantai yang terletak di antara garis pasang naik dan pasang surut.
  • Zona Neritik (laut dangkal), dengan ketentuan sebagai berikut.
    • Bagian dasar laut sampai kedalaman 200 m.
    • Sinar matahari masih tembus ke dasar laut.
    • Pada zona ini banyak binatang dan tumbuhan laut sehingga zona ini penting artinya bagi kehidupan manusia.
    • Zona ini meliputi Landas Kontinen Sunda, seperti Laut Jawa, Laut Natuna, Selat Karimata, Selat Malaka, dan Landas Kontinen Sahul yaitu Laut Arafuru.
  • Zona Batial (wilayah laut dalam), dengan ketentuan sebagai berikut.
    • Kedalamannya antara 200–2000 m.
    • Sinar matahari sudah tidak tembus sampai ke dasar laut, karena itu tumbuh-tumbuhan laut jumlahnya terbatas demikian juga binatang-binatang lautnya.
  • Zona Abissal (wilayah laut sangat dalam), dengan ketentuan sebagai berikut.
    • Kedalamannya antara 2000–5000 m.
    • Tekanan airnya sangat besar.
    • Suhu sangat rendah.
    • Tidak terdapat tumbuhan laut.
    • Binatang laut sangat terbatas.

Gambar 5.8 Pada zona neritik terdapat jenis binatang dan tumbuhan laut.


  • Zona Hadal (wilayah laut yang paling dalam), kedalamannya lebih dari 5000 m, termasuk palung laut dan lubuk laut.
Gambar 5.9 Laut berdasarkan kedalamannya terbagi menjadi beberapa zona dengan karakteristik tersendiri.

Zona Batial, Abissal, dan Hadal disebut juga Zona Dasar Laut Dalam karena pada zona ini temperatur air laut dan salinitasnya relatif sama (homogen), tidak ada cahaya matahari yang tembus, tekanan airnya besar, serta tidak terpengaruh oleh adanya musim dan letak lintang.

Sejak dahulu para ahli kelautan telah banyak yang tertarik untuk meneliti laut secara lebih mendalam. Sampai saat ini banyak penelitian yang telah dilakukan termasuk laut-laut yang terdapat di Indonesia.

a. Susunan Kimiawi dan Salinitas Air laut
Air laut rasanya asin dan kepahit-pahitan. Hal ini disebabkan air laut mengandung garam-garaman. Perhatikan Tabel 5.3 mengenai susunan garam-garaman air laut sebagai berikut.

Tabel 5.3 Susunan Garam Air Laut

Misalnya, rata-rata kadar garam air laut 35%, artinya setiap 1 kg air laut mengandung garam 35 gram. Kadar garam air laut tidak sama di setiap daerah, Faktor-faktor yang mempengaruhinya , yaitu sebagai berikut:

  1. Besar kecilnya penguapan. Semakin besar penguapan air laut, kadar garamnya semakin tinggi. Contoh: Laut Kaspia.
  2. Banyak sedikitnya curah hujan. Semakin banyak curah hujan, semakinrendah kadar garamnya. Contohnya, laut-laut di Indonesia.
  3. Banyak sedikitnya air tawar dari sungai yang masuk. Masuknya air tawar menyebabkan rendahnya salinitas. Contohnya Laut Jawa. Banyak sungai yang bermuara di laut ini, seperti Sungai Asahan, Sungai Rokan, Sungai Kampar, Sungai Indragiri, Sungai Batanghari, Sungai Musi, Sungai Kapuas, Sungai Barito, Sungai Ci Tarum, Sungai Ci Manuk, Sungai Ci Liwung, dan Kali Solo (Bengawan Solo).
  4. Banyak sedikitnya cairan es yang masuk ke dalam laut. Hal ini terjadi di daerah yang mengalami musim dingin. Contohnya Laut Baltik.
  5. Arus Laut. Dengan adanya arus laut terjadi percampuran kandungan garam sehingga kadar garamnya menjadi lebih merata.

b. Suhu atau Temperatur Air Laut
Suhu air laut adalah suatu faktor yang penting bagi kehidupan organisme di lautan karena suhu memengaruhi perkembangan organisme-organisme tersebut. Misalnya, binatang karang penyebarannya di daerah perairan yang hangat yang terdapat di daerah tropik atau subtropik. 

Suhu air laut di permukaan bumi menunjukkan ada perbedaanperbedaan walaupun tidak besar.

  1. Suhu air di Samudra Atlantik rata-rata 16,9° C.
  2. Suhu air di Samudra Hindia rata-rata 17,0° C.
  3. Suhu air di Samudra Pasifik rata-rata 19,1° C.
  4. Rata-rata suhu air laut di dunia 17,4°C.

Suhu permukaan air laut di Indonesia sekitar 26,3° C, ini menunjukkan suhunya lebih tinggi dari suhu rata-rata air laut di dunia. Hal ini disebabkan Indonesia terletak di daerah tropik. Semakin ke dalam suhu air laut semakin dingin karena pengaruh sinar matahari berkurang. Suhu yang lebih tinggi menyebabkan tumbuhan laut tumbuh dengan subur. Tumbuhan ini penting bagi kehidupan ikan-ikan dan binatanglaut lainnya.

c. Warna Air Laut
Warna air laut bergantung kepada beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.

  1. Bergantung pada zat larutan dari organisme atau zat lain yang terdapat di dalam air. Contohnya Laut Merah airnya kadang-kadang kelihatan merah karena banyak ganggang laut (algae) yang sifatnya memantulkan warna merah dari sinar matahari. Laut Kuning (RRC) warnanya kuning karena air lautnya mengandung butiran-butiran tanah loss yang warnanya kuning, yang terbawa oleh air Sungai Hoang Ho di daratan Cina yang melalui Gurun Gobi.
  2. Bergantung pada warna dasar lautnya. Laut Hitam (sebelah utara Turki) air lautnya kelihatan hitam karena dasar laut itu warnanya hitam. Di laut dangkal, air laut warnanya hijau karena di daerah ini banyak tumbuhan laut yang berwarna hijau. Warna biru air laut disebabkan oleh pemantulan warna biru dari sinar matahari. Warna ini diakibatkan juga oleh pantulan warna langit.

d. Arus Laut
Arus laut adalah gerakan air laut. Pada umumnya arus laut disebabkan oleh pengaruh angin, perbedaan kadar garam air laut, perbedaan suhu,pasang naik, dan pasang surut air laut.

Menurut temperaturnya, arus laut dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Arus panas adalah arus yang temperaturnya lebih tinggi daripada daerah yang didatanginya. Contohnya, Arus Teluk, Arus Kuro Siwo, dan Arus Brasilia
  2. Arus dingin adalah arus yang temperaturnya lebih rendah daripada daerah yang didatanginya. Contohnya, Arus Labrador, Arus Benguela,dan Arus Oya Syiwo. Manfaat arus laut bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut.
    • Arus musim dipergunakan untuk para nelayan bepergian dan pulang kembali, terutama untuk para nelayan yang masih memper gunakanperahu layar.
    • Arus konveksi menyebabkan peredaran (sirkulasi) air, hal ini me mengaruhi pengangkutan bahan makanan yang berpengaruh pula terhadappengumpulan ikan.
    • Untuk masa depan, arus laut bisa dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
    • Menyebarkan tumbuh-tumbuhan, misalnya kelapa dapat terbawa arus ke tempat lain, dihempaskan ke pantai dan kemudian tumbuh di tempat itu.


Peta 5.1 Peta Arus Laut Panas dan Arus Laut Dingin

Gelombang adalah alunan permukaan air yang ditimbulkan oleh angin. Embusan angin sepoi-sepoi pun dapat menimbulkan riak gelombang dan jika terjadi angin badai dapat menimbulkan gelombang  besar, demikian juga jika terjadi gempa di dasar laut akan menimbulkan gelombang. Jika gempanya hebat akan menimbulkan gelombang yang besar dan dinamakan Tsunami seperti yang terjadi di Aceh (2004) dan Flores (1993). Ledakan gunung api di dasar laut juga dapat menyebabkan gelombang. Seperti terjadi pada 1883, saat Gunung Krakatau meletus.

f. Pasang Surut
Pasang naik dan pasang surut air laut adalah naik dan turunnya air laut secara beraturan waktunya (periodik), yaitu pada periode 24 jam 50 menit, dan di setiap tempat di bumi mengalami dua kali pasang-naik dan dua kali pasang-surut.

Pasang naik dan pasang surut air laut disebabkan gravitasi (gaya tarik) bulan dan matahari terhadap bumi. Walaupun bulan ukurannya jauh lebih kecil dari matahari, tetapi pengaruhnya lebih besar karena letak bulan jauh lebih dekat ke bumi daripada ke matahari.

Ada dua macam pasang-surut air laut, yaitu sebagai berikut.
  • Pasang Purnama (Spring Tide), yaitu pasang naik dan surut yang besar yang terjadi pada awal bulan dan pertengahan bulan (bulan purnama).
  • Pasang Perbani (Neap Tide), yaitu pasang naik dan surut terendah. Hal ini terjadi pada waktu bulan seperempat dan tiga perempat, matahari dan bulan terletak pada posisi yang membentuk sudut siku-siku (90°) sehingga pada kedudukan ini gaya tarik gravitasi matahari melemahkan gaya tarik bulan.

g. Manfaat dan Permasalahan Laut di Indonesia
Manfaat laut, antara lain sebagai berikut.

  1. Akibat pertemuan arus laut panas dan dingin menyebabkan banyak plankton yang merupakan bahan makanan ikan sehingga daerah ini merupakan daerah penangkapan ikan.
  2. Perhubungan atau transportasi laut.
  3. Arus laut dapat digunakan untuk sarana pelayaran. Jika berlayar searah dengan arah arus laut, dapat menghemat bahan bakar.
  4. Garam dapur (NaCl) yang terkandung dalam air laut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
  5. Arus pasang naik dan pasang surut dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
  6. Sebagai daerah pertahanan dan keamanan suatu negara.
  7. Penghasil sumber mineral, seperti minyak bumi.

Gambar 5.11 Laut dapat dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan atau transportasi dalam aktivitas hidup manusia.

Permasalahan laut di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  1. Bangsa Indonesia masih belum dapat memanfaatkan laut secara optimal karena masih tertinggal dari segi dalam ilmu dan teknologi kelautan.
  2. Faktor budaya, yaitu  bunga indonesia masih banyak yang berorientasi ke daratan, tetapi sedikit yang berorientasi kelautan ke daratan, tetapi sedikit yang berorientasi ke lautan.

Batas Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Pengukuran batas wilayah suatu negara dapat dilakukan dengan tiga macam cara, yaitu berdasarkan batas teritorial, berdasarkan batas landas kontinen, dan berdasarkan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

1. Batas Teritorial
Batas Teritorial adalah batas yang ditarik dari sebuah garis, dengan jarak 12 mil ke arah lautan bebas, sedangkan laut yang terletak pada sebelah dalam garis dasar, disebut laut pedalaman. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung pulau terluar. Sebuah negara memiliki kedaulatan penuh sampai batas laut teritorial.

2. Batas Landas Kontinen (Continental Shelf) 
Landas Kontinen adalah dasar lautan jika dilihat dari benua atau kontinen. Wilayah merupakan sebuah dangkalan (laut dangkal) dengan kedalaman tidak lebih dari 150 meter.

Pulau-pulau yang ada di sebelah barat Indonesia terletak pada landas kontinen Asia dan pulau yang ada di sebelah timur Indonesia, yaitu Pulau Papua  dan pulau di sekitar Laut Arafuru terletak pada landas kontinen Australia.

Kewenangan atau hak suatu negara dalam wilayah landas kontinen adalah dalam memanfaatkan sumber daya alam yang terdapat di dalam dan di bawah wilayah landas kontinen itu.

3 Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah batas dengan jarak 200 mil dari garis dasar ke arah laut bebas. Ditetapkan melalui UU no. 5 tahun 1983 dan UU no. 17 tahun 1985.

Kewenangan negara di wilayah ZEE adalah dalam memanfaatkan sumber daya alam, baik di laut ataupun di bawah dasar laut. Negara bersangkutan memeroleh kesempatan memanfaatkan sumber daya alam  di laut maupun di dasar laut. Kewajibannya, yaitu menghormati lalulintas damai di laut/lautan.

Ketiga batas wilayah negara maritim tersebut sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati PBB pada 1980. Wilayah Indonesia, baik batas teritorial, landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif merupakan kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan.

Daftar Pustaka Makalah Jenis Perairan Laut 

Hartono, 2007. Geografi 1 Jelajahi Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah. Jakarta. Depdiknas

Pengertian Perairan Laut Kedalaman Fisik dan Jenis Menurut Proses Terjadi Letak dan Batas Teritorial, Landas Kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Rating: 4.5 Posted By: Daud Royyan, M.Pd

0 comments:

Poskan Komentar