Kajian Teori, Mata Pelajaran SD SMP SMP SMA SMK MTS dan Mata Kuliah Mahasiswa

Senin, 10 Oktober 2016

Pengertian Litosfer Dinamika Perubahan Mineral, Daur Batuan Beku, Sedimen, Metamorf atau Malihan Dampak Perubahan Terhadap Kehidupan

Dinamika Perubahan Litosfer

Pengertian Litosfer adalah - Lapisan kulit bumi disebut dengan litosfer. Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) berarti bulatan. Dengan demikian Litosfer dapat diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 km tersusun atas batuan. Litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang mengikuti bentuk muka bumi yang bulat dan tersusun atas batuan dan mineral.


Batuan adalah massa yang terdiri atas satu atau lebih macam mineral dengan komposisi kimia yang tetap sehingga dengan jelas dapat dipisahkanantara satu dan yang lainnya. Ilmu yang mempelajari batuan disebut Petrologi. Batuan merupakan bahan utama pembentuk kulit bumi. Induk segala batuan adalah magma. Magma adalah batuan cair pijar yang bersuhutinggi dan mengandung berbagai unsur mineral dan gas.

Kulit bumi atau litosfer tersusun dan sekitar 90 jenis unsur kimia yang satu dengan yang lainnya dapat bergabung membentuk persenyawaan yang disebut mineral. Mineral pembentuk batuan yang penting yaitu Kuarsa (SiO2), Feldspar, Piroksen, Mika Putih (K-Al-Silikat), Biotit atau Mika Coklat (K-Fe-Al-Silikat), Amphibol, Khlorit, Kalsit (CaC03), Dolomit (CaMgCO3), Olivin (Mg, Fe), Bijih Besi Hematit (Fe2O3), Magnetik (Fe 3O2) dan Limonit (Fe3OH2O).


Daur Batuan

Siklus batuan berawal dari proses pembentukan magma. Batuan pembentuk kulit bumi selalu mengalami siklus (daur), yaitu batuan mengalami perubahan wujud dari magma, batuan beku, sedimen, malihan, dan kembali lagi menjadi magma. Tempat pembekuan mungkin terjadi di permukaan bumi, di lapisan litosfer yang tidak begitu dalam, atau di dalam dapur magma bersama-sama dengan proses pembekuan magma secara keseluruhan. Oleh karena itu, batuan yang berasal dari magma akan berbeda-beda pula jenisnya. Semuanya dinamakan batuan beku.

BACA JUGA :

  1. Jenis Perairan Laut dan Batas Teritoral
  2. Pendekatan Geografi Prinsip dan Aspek
  3. Pengertian Geografi Menurut Para Ahli 


Untuk lebih jelasnya mengenai daur batuan dapat dilihat pada Gambar 3.1 berikut.
Gambar 3.1 Daur batuan diawali dari magma, batuan beku, sedimen, malihan, dan kembali menjadi magma seperti semula.

Akibat pengaruh atmosfer, batuan beku di permukaan bumi akan rusak, hancur, dan kemudian terbawa oleh aliran air, gletser, dan embusan angin. Tidak jarang pada waktu hujan lebat, batuan yang hancur tersebut meluncur pada lereng yang curam karena gravitasi dan pada akhirnya batuan yang telah diangkut itu akan diendapkan di tempat baru. Sampai pada akhirnya terbentuklah batuan endapan yang bertimbun di dataran rendah, sungai, danau, atau di laut.

Batuan beku maupun batuan endapan pada suatu masa karena tenaga endogen mencapai suatu tempat yang berdekatan dengan magma. Akibat terjadinya persinggungan dengan magma, batuan sedimen maupun beku dapat berubah bentuknya dan lazim dinamakan dengan batuan malihan (metamorf). Batuan malihan dapat juga terbentuk sebagai akibat tekanan yang terjadi pada batuan sedimen.

Pada suatu tempat, batuan malihan akan mengalami proses pengangkatan sehingga lapisan yang tadinya berada di dalam muncul ke permukaan bumi. Namun, dapat pula akibat tenaga eksogen akan terjadi pelapukan dan pengangkutan, sehingga berubah kembali menjadi batuan sedimen. Hal ini dapat juga terjadi karena aktivitas vulkanisme di mana batuan malihan bertemu dengan resapan magma, batuan malihan berbaur dengan magma tersebut dan menjadi bagian magma tersebut. Akibatnya, batuan malihan berubah menjadi batuan beku lagi. Fenomena inilah yang dinamakan dengan daur batuan.

Batuan

Batuan merupakan benda alam yang menjadi penyusun utama di muka bumi. Pada umumnya batuan merupakan campuran mineral yang bergabung secara fisik antara satu mineral dengan mineral lainnya.Beberapa batuan hanya tersusun atas beberapa mineral saja dan mineral lainnya dibentuk oleh gabungan mineral yang berasal dari bahan organik dan bahan-bahan vulkanik.

Secara umum, komposisi batuan di permukaan bumi yang didasarkan atas jenis batuannya didominasi oleh jenis batuan sedimen yang menutupi hampir 66% permukaan bumi, sedangkan 34% berupa batuan ekstrusi 8%, batuan intrusi 9%, dan batuan metamorf 17%.

Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Batuan Beku (Igneous Rock)
Batuan beku atau igneous rock berasal dari bahasa latin inis yang berarti api (fire). Batuan beku merupakan batuan hasil pembentukan cairan magma, baik di dalam maupun di atas permukaan bumi sehingga tekstur yang terbentuk sangat bergantung kondisi pembekuannya.

Magma panas yang bergerak dari dalam bumi ke permukaan semakin lama semakin dingin dan pada akhirnya membeku. Batuan beku yang tidak mencapai permukaan bumi disebut batuan beku dalam atau batuan intrusi (plutonis). Proses pembekuan batuan plutonis berlangsung lambat sehingga menghasilkan bentuk kristal-krital besar yang sering disebut pula tekstur phaneritis.

Sementara itu, ada pembentukan batuan setelah mencapai permukaan bumi sehingga dikenal dengan nama batuan beku luar atau batuan ekstrusi (batuan vulkanis). Batuan vulkanis dengan cepat sekali membeku sehingga jenis kristal batuannya besar, bersifat halus, dan sulit dilihat dengan mata telanjang. Batuan dengan mineral halus disebut tekstur aphanitis.

Pengertian Litosfer 
Gambar 3.2 Obsidian termasuk kelompok jenis batuan beku yang berasal dari pembekuan cairan magma.

Beberapa jenis batuan beku penting yang banyak terdapat di alam adalah granit, granodiorit, diorit, andesit, gabro, basal, batu kaca (obsidian), batu apung, dan konglomerat.

b. Batuan Sedimen
Batuan endapan (sedimen) adalah jenis batuan yang terjadi karena adanya pengendapan materi hasil erosi. Sekitar 80% permukaan benua tertutup oleh batuan sedimen. Materi hasil erosi terdiri atas berbagai jenis partikel, ada yang halus, kasar, berat, dan juga ringan. Cara peng ang kutannya bermacam-macam, seperti terdorong (traction), terbawa secara melompatlompat (saltation), terbawa dalam bentuk suspensi, dan ada pula yang larut (salution).
Gambar 3.3 Pegmatite termasuk pada jenis batuan beku yang terdapat di alam.

Klasifikasi batuan endapan bergantung kepada kriteria yang dipakai, yaitu sebagai berikut.
1) Berdasarkan Proses Pengendapannya
  • Batuan Sedimen Klastik, adalah batuan sedimen yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan asal. Artinya, batuan tersebut ketika diangkut hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil. Batu gunung yang membukit akibat pelapukan, akan hancur berkeping-keping. Kepingan tersebut diangkut air hujan, longsor, atau berguling-guling di lereng dan masuk ke dalam sungai. Arus sungai membantingbanting batu itu sehingga menjadi bentukan kerikil, pasir, dan  lumpur yang kemudian mengendapkannya di tempat baru. Inilahyang disebut batuan sedimen klastik.
  • Batuan Sedimen Kimiawi, adalah batuan sedimen yang terbentuk jika dalam proses pengen dapan tersebut terjadi proses kimia, seperti pelarutan, penguapan, oksidasi, dan dehidrasi. Contohnya hujan yang terjadi di gunung kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus pada batu gamping (CaCO3). Air itu melarutkan gamping yang dilaluinya menjadi larutan air kapur atau Ca(HCO3)2. Aliran larutan kapur itu akhirnya sampai ke atap gua kapur.Tetesan air kapur tersebut membentuk stalaktit di atap gua dan stalagmit di dasar gua. Terjadinya stalaktit dan stalagmit akibat adanya pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu air kapur menetes. Kedua bentukan sedimen kapur tersebut disebut batuan sedimen kimiawi.
  • Batuan Sedimen Organik, adalah batuan sedimen yang terjadi karena selama proses peng endapannya mendapat bantuan dari organisme. Sisa rumah, atau bangkai binatang laut yang tertimbun di dasar laut, seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, kotoran burung guano yang menggunung di Peru, lapisan humus di hutan, dan organisme-organisme lainnya.

Stalaktit dan stalagmi 
Gambar 3.4 Stalaktit dan stalagmit termasuk jenis batuan sedimen kimiawi. Terbentuk akibat adanya pelarutan dan penguapan H2O dan CO2 pada waktu air kapur menetes

2) Berdasarkan Perantara atau Mediumnya
  • Batuan sedimen aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misalnya: tanah los, tuff, dan pasir di gurun.
  • Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui madia perantara es. Contohnya moraine.
  • Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.

c. Batuan Metamorf atau Malihan
Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat. Perubahan batuan dapat terjadi karena bermacam-macam hal, antara lain sebagai berikut.
  • Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
  • Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
  • Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya, batu asbak dan batu tulis.
  • Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.
 
Gambar. 3.5 Salah satu jenis batuan metamorf yang terbentuk di alam. Batu tersebut berguna bagi kehidupan manusia.

4. Mineral

Mineral adalah sebagian besar zat-zat hablur (kristal) yang terdapat dalam kerak bumi dan bersifat homogen, baik secara fisik maupun kimiawi. Sebagian besar mineral terdapat dalam bentuk padat, tetapi ada juga mineral yang berbentuk cair atau gas.
Pengertian Litosfer  
Gambar 3.6 Wulfenit merupakan mineral yang terbentuk karena oksida timah dan molibdenum

Setiap jenis mineral menunjukkan sikap yang berbeda-beda terhadap gaya pelapukan dari luar. Ada mineral yang mudah lapuk, tetapi adajuga mineral yang sukar mengalami pelapukan.

Mineral akan mudah diidentifikasi dengan memperhatikan beberapa sifat fisiknya, yaitu warna, kilap, bentuk, kekerasan, belahan, dan berat jenisnya.

Ada beberapa jenis mineral, antara lain sebagai berikut.
  1. Sulfida, yaitu persenyawaan logam dengan unsur belerang.
  2. Oksida, yaitu persenyawaan logam dengan oksigen.
  3. Sulfat, yaitu persenyawaan belerang dan oksigen dengan logam yang berbeda-beda.
  4. Karbonat, yaitu persenyawaan karbon dan oksigen dengan bermacammacam logam.
  5. Silikat, yaitu persenyawaan bermacam-macam unsur dengan silikon dan oksigen.

Dampak Perubahan Litosfer Terhadap Kehidupan

Perubahan litosfer yang akan dibahas di sini adalah perubahan yang mengarah kepada kerusakan di muka bumi yang dinamakan juga sebagai degradasi. Degradasi adanya penurunan kualitas maupun perusakan yang terjadi pada lahan.

Penebangan hutan yang semena-mena merupakan penyebab utama degradasi lahan. Selain itu, tidak terkendali dan terencananya penebangan hutan secara baik merupakan bahaya ekologis yang paling besar.
Gambar 3.27 Penebangan dan pembakaran hutan yang dilakukan semenamena dapat mengakibatkan degradasi lahan.

Selain penebangan hutan, degradasi lahan juga diakibatkan oleh adanya erosi yang memiliki beberapa akibat buruk. Pertama, penurunan kesuburan tanah, dan kedua, menurunnya produksi  sehingga akan mengurangi pendapatan petani. Erosi tanah dapatterjadi karena adanya curah hujan yang tinggi, vegetasi penutup lahan yang kurang, kemiringan lereng yang curam, dan tata guna lahan yang kurang tepat. Pendangkalan sungai untuk mengalirkan air juga berkurang dan menyebabkan bahaya banjir. Pen dangkalan saluran pengairan mengakibatkan naiknya dasar saluran sehingga mengurangi luas lahan pertanian yang mendapat aliran irigasi.

Kerusakan sumber daya air selain oleh banjir dan erosi juga terjadi akibat kekeringan dan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kerusakan sumber daya tanah dan air merupakan masalah yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kedua sumber daya tersebut memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi.



Hartono, 2007. Geografi 1 Jelajahi Bumi dan Alam Semesta : untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas /Madrasah Aliyah. Jakarta. Depdiknas

Pengertian Litosfer Dinamika Perubahan Mineral, Daur Batuan Beku, Sedimen, Metamorf atau Malihan Dampak Perubahan Terhadap Kehidupan Rating: 4.5 Posted By: Sekolah Online

0 comments:

Poskan Komentar