Kajian Teori, Mata Pelajaran SD SMP SMP SMA SMK MTS dan Mata Kuliah Mahasiswa

Kamis, 15 September 2016

Pengertian Seks Bebas Makalah Dampak Negatif Cara Menghindari Aborsi Pernikahan Dini HIV AIDS PMS

Pengertian Seks Bebas adalah Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia maka terjadi pula perubahan di dalam tubuh remaja. Tumbuhlah kelenjar endokrin yang memproduksi hormon, sehingga organ-organ seks akan mengalami pertumbuhan. Pada remaja putri terjadi pembesaran kelenjarpayudara dan membesarnya pinggul serta peningkatan pada berat dan tinggi badan. Adapun, pada remaja putra, jakun di lehernya mulai terlihat menonjol, suaranya menjadi sengau, berat, dan besar. Selain itu, bahunya mulai melebar, mulai tumbuh kumis serta tumbuh bulu di ketiak.


Akibat pertumbuhan fisik dan seksual yang cepat, terjadi kegoncangan dan kebingungan dalam dirinya, khususnya dalam masalah pergaulan dengan lawan jenis. Pergaulan ini ditandai dengan adanya peningkatan perhatian kepada lawan jenis, kemudian meningkat kepada usahamencari perhatian dan menjalin hubungan emosional. Apabila tahap ini sudah terjadi maka remaja akan menjalin pergaulan yang lebih erat lagi.

Pergaulan disertai dengan free sex atau seks bebas telah menjadi salah satu masalah sosial yang memprihatinkan masyarakat Indonesia. Usia  pubertas rata-rata remaja yang lebih dini sementara usia nikah semakintinggi, peningkatan dorongan seks pada usia remaja, kurang memadainya pengetahuan remaja tentang proses dan kesehatan reproduksi, menajamnya jumlah remaja yang berperilaku seks aktif (sexually active), miskinnya pelayanan dan bimbingan tentang kesehatan reproduksi untuk remaja, serta pengaruh negarif budaya pop serta industri turisme yang menyebarkan nilai casual sex atau easy sex melalui berbagai media cetak dan audiovisual menjadi faktor-faktor pemicu terjadinya seks bebas.

Dampak Negatif Seks Bebas

Seks bebas merupakan perbuatan yang banyak meresahkan kaum pendidik dan kaum tua. Sebelum melakukan seks bebas hendaknya para remaja memikirkan akibat yang ditimbulkannya. Berikut ini diuraikan beberapa dampak negatif seks bebas.

1. Kehamilan tidak diinginkan (KTD)
Karena seks bebas, terjadilah kehamilan yang tidak diinginkan. Dalam masyarakat patriarkal seperti di Indonesia, perempuanlah yang sering menjadi kambing hitam. Kodrat deterministiknya untuk mengandung dan melahirkan menempatkan remaja perempuan dalam posisi terpojok yang sangat dilematis.

Dalam pandangan masyarakat, remaja perempuan yang hamil ialah black sheep di tengah keluarganya, yang telah membawa aib dan mencoreng nama baik keluarga. Atmosfer penghakiman sosial dan dinamika menyalahkan korban (blaming the victim) tidak lagi menyediakan ruang] yang memungkinkan remaja tersebut dipandang sebagai manusia utuh dengan spektrum luas, yang selain mempunyai kelemahan juga mempunyai kebaikan.

Di mata remaja sendiri, ia adalah seorang yang gagal dan pencemar nama baik keluarga. Perasaan bingung, cemas, malu, dan bersalah bercampur dengan perasaan depresi, pesimis terhadap masa depan, dan kadang-kadang disertai rasa benci dan marah, baik kepada diri sendiri ]maupun kepada pasangan, dan kepada nasib atau keadaan. Dan jika ini sudah terjadi maka hanya ada tiga konsekuensi yang harus diambil yaitu aborsi, pernikahan dini, dan jika pasangannya tidak mau bertanggung jawab maka akan terjadi ibu lajang (single mothers).

2. Aborsi
Karena ketakutan menghadapi konsekuensi kehamilannya, banyakremaja hamil melakukan aborsi, mulai dari self-treatment sampai meminta bantuan tenaga medis. Tindakan aborsi ini memiliki dampak yang tidak ringan. Aborsi dapat menimbulkan masalah psikologis yang traumatis.

Para remaja yang melakukan aborsi memiliki perasaan bersalah danberdosa yang cukup besar dan bersifat menetap untuk jangka waktu relatif lama. Di samping itu, kegagalan aborsi dapat menimbulkan masalah lain yang menyangkut kualitas kesehatan fisik dan mental bayi yang dilahirkan. Fetus yang dikandung umumnya telah mengalami deraan fisik dan mental yang bertubi-tubi: secara psikis si ibu menolak bayi yang dikandungnya, lalu mencoba digusur dengan berbagai jenis obat dan ramuan, sementara suasana batin si ibu dalam keadaan tidak seimbang.

3. Pernikahan dini
Karena gagal aborsi, sebagian besar dari remaja hamil melanjutkan kehamilan dengan perasaan terpaksa. Apabila pasangan bertanggung jawab dan orang tua menyetujuinya maka jalan yang ditempuh adalah pernikahan.

Idealnya, pernikahan itu dilaksanakan oleh laki-laki dengan wanita yang masing-masing sudah berumur dewasa. Secara sosial ekonomi, perkawinan dini berkaitan dengan terputusnya kelanjutan sekolah (drop out), terputusnya kesempatan meraih keterampilan, terbatasnya wawasan, pengetahuan dan potensi diri. Mereka akan kehilangan manisnya masa remaja yang menawarkan berjuta pengalaman sosial berharga. Mereka terjebak dalam rutinitas kerja rumah tangga tanpa sempat memikirkan kemajuan dirinya.

Untuk menempuh perkawinan, selayaknya kesiapan ekonomi calon pengantin patut dipertimbangkan. Perkawinan idealnya harus disertaioleh kesiapan hidup berdikari dan memisahkan diri dari keluarga asal masing-masing. Tetapi, jika yang melakukan perkawinan ialah seorang remaja yang jelas belum siap secara ekonomi maka mereka akanmenggantungkan beban hidupnya pada orang tua.

Secara biomedis dan demografis, pernikahan dini akan mengakibatkan buruknya status kesehatan ibu dan anak. Fenomena ini terjadi karena kondisi fisik wanita pada umur belasan belum siap, belum cukup matang, dan belum dalam umur yang sehat untuk bereproduksi. Di samping itu, mereka belum siap untuk mengasuh dan mendidik seorang anak.

4. Ibu lajang (single mothers)
Status ibu lajang (single mothers) di Indonesia terjadi karena keterpaksaan, bukan hasil pilihan bebas seperti di negara-negara barat. Setelah gagal melakukan aborsi dan karena kasus incest, pasangan menolak bertanggung jawab, serta orang tua tidak merestui pernikahannya, maka remaja perempuan harus siap menjadi ibu lajang (single mothers). Hal itu berarti remaja perempuan tersebut harus siap menanggung beban ekonomi dan psikologi yang lebih berat. Dan dampak tersebut akan diwariskan pada anaknya.

Dampak ekonomi tentu saja berhubungan dengan masalah ekonomidan berakibat pada masalah sosial, sedangkan dampak psikologis pada anak akan terus melekat yaitu anak tanpa ayah.

5. HIV/AIDS
Salah satu media penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seksual. Para remaja yang bergaul dengan seks bebas, maka nyawanya ]akan diincar oleh HIV/AIDS tersebut. HIV (Human Immunodefiency Virus) yaitu virus yang menyebabkan penurunan kekebalan tubuh ]manusia. HIV ini yang nantinya akan menyebabkan AIDS (Acquired Immune Defiency Syndrome), artinya kumpulan gejala penyakit karena ]menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia. Hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah seseorang yang terinfeksi HIV sehingga jika orang terkena virus ini maka virus akan terus berada dalam tubuh orang tersebut dan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang terdapat pada sel darah putih. Keadaan ini akan berakibat orang tersebut akan mudah terkena berbagai macam penyakit. Dan penyakit ini yang akan membawa dalam kematian.

6. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Bukan hanya AIDS yang mengincar penganut seks bebas tetapi Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya pun akan menyerang setiap pelaku seks bebas. Bakteri merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan PMS, PMS yang disebabkan oleh bakteri di antaranya gonore, sifilis dan chlamidia.

a. Gonore
Gejala penyakit gonore pada pria biasanya ditandai keluar nanah dari orifisium uretra eksterna. Adapun pada wanita biasanya tanpa gejala, hanya kadang-kadang nanah keluar dari introitus vagina. Kuman penyebab penyakit ini ialah Neisseria Gonorrhoeae atau Gonokukus, berbentuk seperti biji kopi atau buah ginjal.

Apabila penyakit ini tidak diobati, gonore akan menjalar melalui alat kelamin luar dan saluran kencing menuju ke organ kelamin bagian dalam. Pada pria, akan terjadi epididimitis yang bisa mengakibatkan kemandulan, bahkan ginjal juga dapat terinfeksi. Pada wanita dapat mengakibatkan Pelvic Inflammatory Disease (PID) atau peradangan organ pelvis.

b. Sifilis
Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidium. Dalam bahasa Indonesia penyakit ini disebut Raja Singa.  Sifilis biasanya ditularkan dengan persetubuhan melalui vagina maupunanus atau oral seks dengan orang yang terinfeksi.

Sifilis tidak dapat diabaikan, karena di antara semua penyakit kelamin, penyakit ini merupakan terberat. Hampir semua alat tubuh bisa diserang. Bila sudah parah sifilis akhirnya memasuki tahap akhir. Luka yang besar dapat berbentuk di beberapa organ, seperti organ pencernaan, hati, paru-paru, kulit, dan otot.

Kerusakan yang lebih parah dapat terjadi jika infeksi menyerang sistem saraf pusat, maka kerusakan bisa fatal. Pada saraf pusat,sifilis mengakibatkan kerusakan otak, yang berakhir dengan paralisis, kebingungan, dan disorientasi.

c. Chlamidia
Kita memang sering mendengar gonore dan sifilis, tetapi infeksi ]chlamidia lebih sering terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomitis. Bakteri ini menimbulkan berbagai infeksi seperti peradangan saluran kencing pada wanita dan pria, cervicitis, endomitris, dan PID (Pelvic Inflammatory Disease) pada wanita, serta epidimitis pada pria. Infeksi chlamidia berlangsung pada hubungan seks lewat vagina dan anus. Bakteri ini dapat pula mengenai mata bila terkena tangan yang sudah menyentuh kelamin dari orang yang terinfeksi. Chlamidia dapat menyerang tenggorokan. Gejala infeksi chlamidia mirip dengan gonore.

Berkaitan dengan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan akibat seks bebas, seharusnya remaja yang merupakan tulang punggung dan harapan bangsa dapat menentukan sikap. Sesuai dengan jiwa remaja yang sedang mencari identitas diri, suka bergaul dengan orang lain, dan tertarik pada lawan jenis maka remaja harus dapat tegas menyatakan abstinensi seks bebas. Di dalam kamus, abstinensi disebut hidup tanpa atau hanya dengan sedikit makanan atau kenikmatan lainnya.


Cara Menghindari Seks Bebas

Untuk menghindarkan diri dari seks bebas maka beberapa upaya dapat dilakukan remaja sebagai berikut.
  1. Para remaja selalu berupaya untuk meraih prestasi dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, misalnya ikut kegiatan ekstrakurikuler yang bermanfaat.
  2. Para remaja harus menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menjurus kepada seks dan hiburan yang menekankan pornografi dan pornoaksi.
  3. Pemerintah atau lembaga yang berwenang memberikan sosialisasi kepada para remaja tentang pengetahuan dan informasi seksualitas atau reproduksi.


Dengan didukung para guru, orang tua, dan lingkungan, para remaja selalu menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai religius di mana pun berada sehingga remaja mempunyai pedoman yang kuat untuk menghindarkan diri atau abstinensi free sex.

Demikianlah uraian tentang seks bebas yang selalu mengikuti gerak langkah pergaulan para remaja. Dengan mengetahui dampak-dampak negatif di atas, maka para remaja harus dapat dengan tegas menyatakan ABSTINENSI FREE SEX. Dengan demikian, dunia akan menjadi dunia yang aman, sejahtera, dan damai.

Pengertian Seks Bebas Makalah Dampak Negatif Cara Menghindari Aborsi Pernikahan Dini HIV AIDS PMS Rating: 4.5 Posted By: Sekolah Online

0 comments:

Poskan Komentar