Kajian Teori, Mata Pelajaran SD SMP SMP SMA SMK MTS dan Mata Kuliah Mahasiswa

Kamis, 22 September 2016

Pengertian Fungi Jamur Ciri Klasifikasi Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, Deuteromycotina dan Contohnya

Pengertian Fungi Jamur - Jamur adalah tumbuhan tidak berklorofil, sehingga kehidupannya bergantung zat-zat organik yang tersedia di alam. Jamur mempunyai peranan dalam menguraikan zatzat organik. Namun, sebagai saprofit, jamur sering merusak rumah, pakaian, dan makanan kita. Adapun dermatomikosis adalah penyakit kulit yang disebabkan aktivitas jamur. Banyak juga jamur yang berguna bagi kehidupan manusia, misalnya dalam pembuatan tempe dan roti.


Bersama bakteri, fungi merupakan organisme utama dalam penghancuran bahan organik, dengan demikian organisme ini memegang peranan amat penting dalam nutrisi tumbuhan hidup. Jamur dimanfaatkan dalam makanan, ilmu kedokteran, dan prosesproses industri. Organisme ini juga menyebabkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan.

Seperti halnya alga, tubuh jamur juga disebut talus. Menurut pendapat para mikologiwan, fungi merupakan sekelompok makhluk hidup tersendiri yang menduduki regnum sama dengan Plantae dan Animalia. Jamur bukan tumbuhan bukan pula binatang. Hifa mengandung nukleus dan sitoplasma, dapat dipisah-pisahkan oleh dinding sekat (septum) menjadi sel-sel atau segmen, maka hifa itu dinamai hifa berseptum (septat). Jika tidak dipisahkan oleh septum, hifa seperti tabung bersambungan disebut aseptat.

Ciri-ciri jamur adalah:

  1. Tidak memiliki klorofil.
  2. Tubuhnya terdiri dari filamen atau benang bercabang-cabang yang disebut hifa.
  3. Benang hifa berkumpul membentuk suatu anyaman masa atau gumpalan yang disebut miselium.
  4. Cara hidupnya bersifat heterotrof, baik parasit ataupun saprofit.


Jamur dapat tumbuh subur pada lingkungan yang sudah tersedia makanan (zat organik), suhu, kelembaban yang sesuai, pH kurang dari 7, dan lingkungan yang beroksigen walaupun kebutuhan oksigennya rendah. Sebagaimana dijumpai pada alga, reproduksi jamur dilakukan dengan pembentukan spora secara seksual dan aseksual.

Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah selama tahap-tahap seksual dalam daur hidupnya. Jamur yang diketahui tingkat seksualnya disebut jamur perfek (sempurna). Jamur yang belum diketahui tingkat seksualnya disebut imperfek. Selama belum diketahui tingkat perfeknya digolongkan pada Fungi imperfecti atau Deuteromycotina.

1. Zygomycotina

Jamur ini hidupnya di darat, talusnya bermiselium aseptat pada jamur muda dan berseptat pada jamur yang lebih tua. Reproduksi seksualnya melalui gametangiogami dan menghasilkan zigospora. Contoh Mucor mucedo.
Pengertian Fungi Jamur
Gambar 5.1 Daur hidup Mucor mucedo


2. Ascomycotina

Jamur Ascomycotina mempunyai talus yang terdiri dari miselium septat. Reproduksi seksualnya dengan membentuk askospora di dalam askus, sedang aseksualnya dengan membentuk konidium tunggal atau berantai pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. Ada yang hidup sebagai sapro fit yang menghancurkan sisa-sisa organik, ada pula yang parasit sehingga dapat menimbulkan penyakit.
Gambar 5.2 Askokarp berbentuk cawan

Contoh jamur yang termasuk Ascomycotina sebagai berikut.
a. Khamir (Saccharomyces)
Kelompok ini tidak membentuk askokarp, tidak terlihat hifa yang jelas seperti jamur-jamur lainnya. Tubuhnya terdiri dari sel bulat oval dan dapat bertunas/membentuk kuncup sehingga membentuk rantai sel atau hifa semu. 

Khamir dapat melakukan fermentasi berbagai bahan organik, salah satu fermentasi yang paling umum ialah fermentasi dalam pembentukan alkohol. Menurut reaksi kimianya sebagai berikut.

Fungi Jamur
Gambar 5.3 Siklus Saccharomyces cerevisiae

b. Penicillium
Jenis jamur ini menyukai habitat yang mengandung gula, seperti pada roti atau buah yang ranum. Jamur ini tampak berwarna hijau atau kebirubiruan. Reproduksi aseksual dengan pembentukan konidium dalam rantai pada konidiofor tegak.

Macam spesiesnya adalah Penicillium notatum, Penicilium chryzogenum, penghasil anti biotik. Penicillium camemberti dan Penicillium requoforti untuk peningkatan kualitas dalam pembuatan keju, Penicilliun italicum, Penicillium digitatum perusak buah jeruk

Aspergillus fumigatus penyebab aspergilosis (penyakit yang berbahaya pada unggas piaraan dan liar yang menyerang saluran pernapasan). Jamur ini tumbuh pada kotoran.

Aspergillus fumigatus, penghasil aflatoksin, yang diduga penyebab kanker hati. Jenis ini tumbuh pada kacang tanah yang sudah tidak segar atau makanan yang terbuat dari kacang tanah.
 Gambar 5.4
A. Aspergillus, hifa somatik dan struktur reproduktif
B. Konidiofor tanpa cabang yang menyangga rantaian konidium
C. Penicillium, konidiofor bercabang menyangga rantai konidium

3. Basidiomycotina

Jamur ini mayoritas memiliki tubuh buah makroskopis, sering ada di lingkungan sekitar kita dan hutan. Ciri utama jamur ini ialah hifa septat dengan sambungan apit (“clamp connection”), spora seksualnya basidiospora yang dibentuk pada basidium, mempunyai satu atau dua inti sel. Hifa yang berinti satu disebut hifa primer, sedangkan hifa yang berinti dua dinamakan hifa sekunder. Tubuh buah ada yang seperti payung ada juga yang berbentuk lembaran berlekuk-lekuk, jarang yang berukuran mikroskopis.

Perkembangbiakan jamur Basidiomycotina secara aseksual dengan membentuk konidia, sedangkan secara seksual dengan membentuk spora generatif yang disebut basidiospora. Sebagai contoh untuk mewakili Basidiomycotina ini ialah jamur jerami (Volvariella volvacea), perhatikan Gambar 5.5
Gambar 5.5 Jamur jerami

Berbagai contoh Basidiomycotina
  1. Volvariella volvacea. Jamur ini pada umumnya tumbuh pada tumpukan jerami yang melapuk. Bentuknya seperti payung terdiri atas tudung (pileus, bilah-bilah/lamella) dan membentuk basidium yang menghasilkan basidiospora. Jenis jamur ini telah banyak dikonsumsi sebagai makanan.
  2. Auricularia polytricha (jamur kuping). Habitat jamur ini menempel pada kayu-kayuan yang lapuk, bentuknya pipih berlekuk-lekuk seperti daun telinga, warna kecokelat-an. Jamur ini telah dibudidayakan dan dikomersialkan sebagai bahan makanan.
  3. Lentinous edodes, jenis jamur ini selain dapat dikonsumsi manusia juga dapat dipergunakan sebagai bahan obat.
  4. Pleurotus, jamur kayu atau jamur tiram. Jamur ini enak untuk dikonsumsi, habitat yang baik pada lingkungan yang mengandung banyak lignin dan selulosa. Jamur ini telah banyak dibudidayakan dengan medium serbuk gergaji.
  5. Amanita muscaria. Jamur ini menghasilkan racun muskarin yang dapat membunuh lalat. Hidup pada kotoran ternak.

Gambar 5.6 Contoh-contoh gambar jamur Basidiomycotina

4. Deuteromycotina

Jamur ini disebut juga fungi imperfecti (jamur tidak sempurna). Jamur ini hanya diketahui cara reproduksi secara aseksual saja, yaitu dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas), artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa) dan konidia. Sedangkan reproduksi seksualnya belum diketahui dengan jelas. Tetapi jika dalam penelitian diketahui reproduksi seksualnya biasanya akan dikeluarkan dari kelompok jamur tidak sempurna, misalnya jamur Monilia sitophila, sebelum diketahui reproduksi seksualnya digolongkan pada Deuteromycotina, tetapi sekarang setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora didalam askus (peritesium) dikelompokkan ke dalam Ascomycotina dan diganti dengan nama Neurospora sitophila atau Neurospora crassa.

Namun masih ada ahli yang menggolongkan Jamur Penicillium dan Aspergillus ke dalam Deuteromycotina dengan alasan karena tingkat konidiumnya begitu jelas dan tidak asing lagi, meskipun tingkat seksualnya telah diketahui dengan baik.

Ciri-ciri jamur Deuteromycotina ini antara lain hidup saprofit maupun parasit, hifa bersekat-sekat, dinding selnya dari zat kitin, kebanyakan mikroskopis.

Beberapa contoh jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya antara lain:
  1. Epidermophyton floocosum, parasit pada kaki, biasanya menyebabkan penyakit pada kaki para atlet.
  2. Epidermophyton, Microsporium, Trichophyton penyebab penyakit dermatomikosis, sasarannya ialah pada kulit, rambut, dan kuku.
  3. Alternaria, parasit pada tanaman kentang.
  4. Helminthosporium, parasit pada tanaman padi.
  5. Colletrichum parasit pada bawang merah.


Kesimpulan Fungi Jamur

Jamur merupakan kingdom/regnum tersendiri yang setara dengan tumbuhan tinggi, ciri-cirinya struktur tubuh uniseluler atau metaseluler, dinding sel dari zat kitin, tidak memiliki klorofil sehingga hidupnya bersifat heterotrof (parasit atau saprofit), hidup pada lingkungan yang sedikit asam, tubuhnya tersusun atas hifa yang membentuk jaringan miselium, dan tubuhnya disebut talus. Reproduksi jamur dengan melalui pembentukan spora vegetatif dan spora generatif. Spora vegetatif dibentuk tanpa melalui peleburan inti dan plasma, sedangkan pembentukan dengan spora generatif diawali oleh peleburan inti dan plasma yang sering disebut dengan konjugasi. 

Berdasarkan jenis sporanya jamur dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu: Zigomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina.

Ditinjau dari peranannya ada jamur yang menguntungkan, misalnya untuk dimakan, untuk membuat makanan, untuk membuat obat-obatan ada pula yang merugikan karena menyebabkan penyakit, misalnya dermatomikosis. 

Jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam Deuteromycotina, tetapi setelah reproduksi generatifnya diketahui akan dikeluarkan dari kelompok Deuteromycotina.

Pengertian Fungi Jamur Ciri Klasifikasi Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina, Deuteromycotina dan Contohnya Rating: 4.5 Posted By: Sekolah Online

0 comments:

Poskan Komentar